KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM
Lecture : Leon Abdillah
Decision table adalah tabel yang digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan penyusunan logika di dalam program. Algoritma yang berisi keputusan bertingkat yang banyak sekali akan mudah digambarkan atau disederhanakan dengan menggunakan decision table. Decision table teknik yang digunakan untuk menyederhanakan alur selection structure pada suatu program
STRUCTURE DECISIONTABLE
Decision table tediri dari empat bagian utama
Condition-Stubbagian dari decision table yang berisi kondisi-kondisi yanag akan diseleksi.
Condition-Entry
bagian dari decion table yang berisi kemungkinan-kemungkinan dari hasil seleksi, dimana setiap kondisi yang diseleksi akan punya dua kemungkinan kejadian, terpenuhi atau tidak. Bila ada x kondisi yang diseleksi, maka akan terdapat kemungkinan kejadian, yaitu sebesar N=2x.
Action-Stubbagian tabel yang berisi pernyataan-pernyataan yang akan dikerjakan baik bila kondisi terpenuhi maupun tidak terpenuhi.
Action-Entry
memberi tanda tindakan mana yang akan dilakukan atau tidak dilakukan, seperti tampak pada gambar berikut ini :
Gambar 1.
Strcutur Decision Table
Jika nilai rata-rata >= 85 dan jumlah keberhasilan mencapai >=90% Maka mendapatkan Bonus
Jika nilai rata-rata <85 atau jumlah keberhasilan <90% Maka tidak mendapatkan Bonus.
Lecture : Leon Abdillah
DECISION TABLE (TABEL KEPUTUSAN)
Decision table adalah tabel yang digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan penyusunan logika di dalam program. Algoritma yang berisi keputusan bertingkat yang banyak sekali akan mudah digambarkan atau disederhanakan dengan menggunakan decision table. Decision table teknik yang digunakan untuk menyederhanakan alur selection structure pada suatu program
STRUCTURE DECISIONTABLE
Decision table tediri dari empat bagian utama
Condition-Stubbagian dari decision table yang berisi kondisi-kondisi yanag akan diseleksi.
Condition-Entry
bagian dari decion table yang berisi kemungkinan-kemungkinan dari hasil seleksi, dimana setiap kondisi yang diseleksi akan punya dua kemungkinan kejadian, terpenuhi atau tidak. Bila ada x kondisi yang diseleksi, maka akan terdapat kemungkinan kejadian, yaitu sebesar N=2x.
Action-Stubbagian tabel yang berisi pernyataan-pernyataan yang akan dikerjakan baik bila kondisi terpenuhi maupun tidak terpenuhi.
Action-Entry
memberi tanda tindakan mana yang akan dilakukan atau tidak dilakukan, seperti tampak pada gambar berikut ini :
|
|
Rules
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
...N
|
|
|
Condition
Stub
|
|
Condition
Action
|
Entry
|
|
|
Action
Stub
|
|
Action
|
Entry
|
|
Contoh:
Decision table KMS Sharing Culture Di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta
Decision table KMS Sharing Culture Di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta
Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta adalah perangkat
Pemerintah Daerah yang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya
yaitu melaksanakan penanganan, pembinaan dan rehabilitasi sosial kepada Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial di Provinsi DKI Jakarta.
Keragaman pengetahuan dan kepakaran di Dinas
Sosial menjadi aset yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan keunggulan dan kualitas kinerjanya.
Dan
diibaratkan dengan sistem Algoritma
Presentase
keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menerapkan Sharing Culture
kepada masyarakat itu >=85 (nilai rata-rata) dan Permprov DKI Jakarta
Sukses-berjalan dengan semestinya >=90, ,maka Pemprov DKI Jakarta berhak
mendapatkan bonus, dan jika gagal menerapkan Sharing Culture < 85,walaupun
masyrakat sebagian ada yang tahu/sekedar informasi saja >=90% maka Pemprov
DKI di nyatakan gagal dalam menerapkan Sharing Culutre pada masyrakat DKI
Jakarta dengan kata lain tidak mendapatkan bonus.
Langkah-langkah
pembuatan Decision table
a.
Menentukan kondisi yang akan diseleksi, yaitu
A.1 Apakah
nilai rata-rata >=85? A.2 Keberhasilan >=90%
b.
Menentukan jumlah kejadian yang akan terjadi, yaitu
N=22=4
c.
Menentukan tindakan yang akan dilakukan, yaitu
C.1. Mendapatkan Bonus (Sukses) C.2. Tidak
Mendapatkan Bonus (Gagal)
d.
Mengisi condition
entry.
Condition
entry diisi sedemikian rupa,sehingga semua kemungkinan kejadian
terwakili,Sebagai berikut;
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
a.
Apakah nilai rata-rata >=85?
|
Y
|
Y
|
N
|
N
|
|
b.
Apakah keberhasilan or tidak keberhasilan >=90%
|
Y
|
N
|
Y
|
N
|
|
|
|
|
|
|
|
a.
Mendapatkan Bonus
|
|
|
|
|
|
b.
Tidak mendapatkan Bonus
|
|
|
|
|
Gambar.1.2. Structure decision table permasalahan 1
a.
Mengisi Action entry.
Action entry
diisi kolom demi kolom, dari kolom pertama hingga kolom ke-N
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
a.
Apakah nilai rata-rata >=85?
|
Y
|
Y
|
N
|
N
|
|
b.
Apakah keberhasilan or tidak keberhasilan >=90%
|
Y
|
N
|
Y
|
N
|
|
|
|
|
|
|
|
a.
Mendapatkan Bonus
|
X
|
-
|
-
|
-
|
|
b.
Tidak mendapatkan Bonus
|
-
|
X
|
X
|
X
|
Gambar1.3. Cara pengisian decision table permasalahan 1
Keterangannya
:
Jika nilai rata-rata >= 85 dan jumlah keberhasilan mencapai 90% Maka mendapatkan Bonus
Jika tidak maka tidak akan mendapatkan Bonus.
Jika nilai rata-rata >= 85 dan jumlah keberhasilan mencapai 90% Maka mendapatkan Bonus
Jika tidak maka tidak akan mendapatkan Bonus.
Atau
Jika nilai rata-rata >= 85 dan jumlah keberhasilan mencapai >=90% Maka mendapatkan Bonus
Jika nilai rata-rata <85 atau jumlah keberhasilan <90% Maka tidak mendapatkan Bonus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar